Optimisme pemulihan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi yang dirasakan mulai awal tahun 2003 berimbas pada peningkatan dan pengembangan IPTEK. Dalam rangka pengembangan IPTEK tersebut diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sehingga mampu mengembangkan, menguasai dan memanfaatkan IPTEK.
Perguruan tinggi memiliki peranan strategis dalam memproduksi sumber daya manusia berkualitas tinggi, hal itu berarti pula perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan kualitas prasarana dan sarana yang dimilikinya. Salah satu tolok ukur yang berdampak langsung tehadap output perguruan tinggi ialah jenjang pendidikan staf pengajar yang dimilikinya. Dengan demikian upaya studi lanjut untuk staf pengajar merupakan tuntutan yang harus segera dipenuhi. Selain itu penggunaan dan perkembangan statistika yang luas mengisyaratkan peningkatan kualitas output Perguruan tinggi yang mempunyai kapabilitas, kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan dan dipersyaratkan di dunia nyata. Kebutuhan ini harus selaras dengan persyaratan yang diinginkan pihak-pihak pengguna/users.
Hanya saja sampai saat ini masih banyak Perguruan Tinggi yang hanya dapat menghasilkan sarjana–sarjana S-1 yang secara akademis memenuhi syarat tetapi bila terjun ke lapangan masih kurang mampu menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Masih rendahnya kualitas sarjana S-1 terutama dalam bidang statistika, tidak dapat disalahkan karena materi-materi keilmuan yang diperoleh selama studi S-1 masih sangat umum dan kurang mendalam atau kurang profesional. Hal ini menyebabkan sarjana S-1 hanya siap dibina dan belum merupakan sarjana siap pakai.
Di sisi lain, masih sedikit program S-2 yang diselenggarakan dalam disiplin ilmu statistika, beberapa universitas yang menyelenggarakan Program Pascasarjana Sain Statistika diantaranya adalah Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Meskipun pada dasarnya program yang diselenggarakan universitas-universitas tersebut sangat bagus ditinjau dari berbagai aspek kebutuhan user/stake holder, akan tetapi masih kurang mendalam dalam aspek pemanfaatan dan penerapan statistika dalam bidang industri dan peramalan.
Atas dasar kenyataan dan permasalahan di atas serta potensi wilayah di Kawasan Timur Indonesia (KTI), maka diperlukan program S-2 yang dapat menghasilkan tenaga ahli yang mampu dalam hal analisis data. Universitas Brawijaya Malang sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Negeri mengemban tugas melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, berperan serta mendirikan program pascasarjana bidang ilmu statistika. Tujuannya adalah untuk menyiapkan peserta didik menjadi Pascasarjana Sain Statistika Terapan yang berkemampuan dalam memanfaatkan dan menerapkan statistika dalam bidang industri dan peramalan.